Mantra-mantra

Table of Contents

 

Gambar latar: Vitalentum.com

malam

malam

malam

malam

sunyi

sunyi

sunyi

sunyi

senyap

sepi 'kelapkap' seperti madu, susui anakmu dari bulan sabit dan belati agar kelak menjadi Raja dan permaisuri


karang itu

tempat perahu ayahmu menjarah mantra-mantra dari riuh ombak yang berbaris merapal doa agar pagi tumbuh di tanganmu seperti puisi-ilusi-hiasi-kamarmu dengan bunga-melati-agar aku betah, Wulan..!


-kiamat

-kramat

-alamat

-pekarangan

-tamat di dadaku-sakral-di tubuhmu


ajari anakmu meniup sangkar agar angin tak lagi berkabar tentang malam-malam Jumat-aku pulang dengan bau pandan di sudut rumahmu yang gelap:


bisikkan pada debu-pada laut-pada gelombang

rumah

kematian

biarkan lonceng gereja berdentang-dan-langit buram-karena-nama-mu kusimpan dalam celana dalam-penuh keminyan dan serbuk wewangian para dewa


_sihir aku

_siram aku

_bakar aku

_kutuk aku menjadi batu berliku-kelambu-menantimu

teruslah menari

bahasa tubuhmu seperti cambuk-mengayuh sunyi


Wulan, kembang tujuh rupa dalam cengkau ingatan

hilang-telanjang-menari-telanjang-menanti-merangsang-telanjang-dalam sepi-dalam kalam-dalam malam-dalam ingatan-dalam diam-dalam rindu memburu-seperti peluru-aku memelukmu sepanjang takdir usia yang kugambar di tanah-para-raton:

Wulan, aku tersulut dingin di kamarmu

Post a Comment