Mengasah Mindset & Skillset Melalui UMKM & Kewirausahaan di Sekolah MAS & SMKS Al-Falah Dempo Barat
Di era serba cepat seperti saat ini, pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang capaian akademik. Dunia kerja dan kehidupan nyata menuntut lebih dari sekadar teori; ia membutuhkan keberanian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan daya tahan menghadapi tantangan. Di sinilah peran penting program UMKM dan kewirausahaan di sekolah menemukan urgensinya.
Salah satu bentuk kegiatan yang sangat relevan adalah praktik
memasak dalam bingkai kewirausahaan. Bukan sekadar
kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sebuah laboratorium kehidupan tempat siswa
belajar mengasah skill, membentuk mentalitas, dan mempersiapkan diri untuk
menghadapi realitas dunia.
Menghapus Budaya “Gengsi” yang
Membatasi Masa Depan
Di masyarakat kita, tidak sedikit orang bekerja di luar
kota bahkan ke luar negeri hanya karena ingin “menyembunyikan” pekerjaan yang
dianggap rendah atau tidak bergengsi. Padahal, tidak ada pekerjaan yang hina,
selagi halal tidak ada yang hina begitulah islam mengajarkan, yang ada adalah
pola pikir yang belum terbuka terhadap nilai kerja keras dan kemandirian.
Melalui program kewirausahaan di sekolah, mindset seperti itu harus mulai direkonstruksi. Siswa belajar bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa prestisius sebuah profesi, tetapi seberapa bermakna, jujur, beretika, dan mandiri mereka menghadapi perjalanan hidup. Dan proses perubahan itu bermula dari pengalaman langsung, bukan hanya mendengar ceramah di kelas. Proses latihan berulang-ulang, karna sejatinya tidak ada yang instan.
Pernah lihat seseorang yang public speakingnya bagus? mungkin sekilas kita merasakan kehebatan public speakingnya, tapi apakah kita pernah berfikir bahwa dibalik itu ada latihan yang tidak dilakukan satu kali saja, melainkan berkali-kali yang mungkin tidak pernah kita tahu sebesar dan serumit apa segala prosesnya, yang kita lihat hanya hasil akhirnya ketika seseorang itu tampil perfect, begitupun juga dengan kewirausahaan dan UMKM di sekolah, siswi juga butuh di dorong terus untuk menggapai goals yang sudah disepakati dengan guru.
Skill yang Tidak Bisa Didapat dari
Teori Semata
Program UMKM dan kewirausahaan bukanlah sekadar “jualan
kecil-kecilan.” Ia adalah simulasi profesional yang mengajarkan siswa untuk:
1. Manajemen Waktu
Siswa belajar mengatur jadwal produksi, pembelian bahan,
persiapan memasak, hingga waktu berjualan.
2. Kerja Tim yang Terstruktur
Mereka memahami bahwa setiap keberhasilan bergantung pada
koordinasi yang solid, mulai dari divisi produksi, pengemasan, pemasaran,
hingga keuangan.
3. Mengelola Keuangan
Siswa diberi kesempatan untuk menghitung modal, mencatat
pemasukan, membagi keuntungan, serta membuat laporan omset. Mereka belajar
bahwa uang harus dikelola, bukan dihabiskan.
4. Berhadapan Langsung dengan Konsumen (Di Lapangan)
Dalam dunia nyata, kemampuan komunikasi adalah kunci.
Melayani pelanggan secara langsung melatih kepercayaan diri dan keterampilan
membangun relasi. Bahwa segala sesuatu itu juga ada ilmunya, apalagi berhadapan
dengan konsumen beragam karakter
5. Menghapus Rasa Gengsi
Saat terjun langsung ke proses produksi dan penjualan,
siswa pelan-pelan belajar bahwa bekerja keras bukanlah sesuatu yang memalukan.
Justru dari sinilah mental mereka ditempa. Siswi adalah bukan minoritas lagi,
seusia siswi sudah kerap gengsi untuk melakukan kegiatan ini, dan sebetulnya
ini harus di hapus dalam ranah pendidikan.
Mindset: Fondasi yang Menentukan Masa
Depan
Apa yang menjadi diri seorang siswa di masa depan sangat
dipengaruhi oleh bagaimana mereka berpikir hari ini. Mindset tidak terbentuk
dari teori di meja belajar, melainkan dari pengalaman nyata, proses jatuh,
bangun, mencoba lagi, dan melihat hasil dari keringat sendiri.
Kegiatan kewirausahaan di sekolah menjadi ruang aman bagi siswa untuk mencoba, berlatih, dan melakukan kesalahan tanpa tekanan dunia luar. Proses inilah yang membentuk karakter tangguh dan mental pekerja keras.
Latihan yang Berulang: Kunci Semua Keberhasilan
Tidak ada seorang public speaker yang hebat tanpa latihan berulang. Mereka berlatih puluhan bahkan ratusan kali sebelum tampil di hadapan publik. Ketika naik panggung, yang tampak hanya hasil dari kerja keras yang panjang. Begitu pula dengan kewirausahaan.
Tidak ada yang langsung sukses hanya karena mendapatkan
teori. Siswa perlu mencicipi pengalaman nyata, menyentuh proses usaha,
merasakan lelahnya produksi, dan menikmati puasnya hasil penjualan. Semua itu
hanya bisa diperoleh melalui kegiatan kewirausahaan yang konsisten
dan berkelanjutan.
Penutup: Kewirausahaan sebagai Investasi Karakter Masa Depan
Jika sekolah benar-benar ingin mencetak generasi yang siap
menghadapi kehidupan modern, maka program UMKM dan kewirausahaan bukan lagi
sekadar pelengkap. Ia adalah kebutuhan penting, sebuah
investasi karakter, skill, dan mentalitas yang hasilnya akan diwujudkan dalam
kehidupan profesional siswa di masa depan.
Ekstrakurikuler memasak dan kewirausahaan bukan hanya
membentuk keterampilan teknis, tetapi juga membangun mindset
berani, rendah hati, pekerja keras, dan tidak terbelenggu gengsi.
Sebab pada akhirnya, masa depan para siswa tidak ditentukan oleh seberapa tinggi mereka berprestasi di atas kertas,tetapi seberapa kuat mereka bertahan dan kreatif dalam menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.


Post a Comment